SENDANGREJO – Selasa (26/07) Puskesmas Kapanewon Minggir mengadakan acara Sosialisasi Pecah Ranting yang dihadiri oleh para orang tua yang memiliki anak dengan kondisi berat badan dan tinggi badan kurang dari standar minimal, dengan menghadirkan narasumber dari Puskesmas Kapanewon Minggir yaitu Bidan Desa/Kalurahan ibu Astri Widiyarini, A.Md.Keb.

Acara ini mengusung materi mengenai stunting, mengingat angka stunting di Kalurahan Sendangrejo masih tergolong tinggi.

Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.

Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Dengan adanya acara ini diharapkan dapat membantu para orang tua untuk mencegah stunting sejak dini.